Alpukat Ranau, Emas Hijau dari Oku Selatan yang Menggerakkan Ekonomi Warga

redaksianalityc@gmail.com
29 Des 2025 10:56
Ekonomi 0 196
2 menit membaca

Oku Selatan – Analityc.id – Alpukat Ranau telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat Ranau, Kabupaten Oku Selatan, Prov Sumatra Selatan. Dengan cita rasa khas, daging buah lembut, serta kulit yang mulus, alpukat asal daerah ini memiliki daya saing tinggi di pasar nasional dan berperan besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. (29/12/2025).

Sejak puluhan tahun lalu, bertani alpukat menjadi mata pencaharian utama warga Ranau. Setiap musim panen, hasil bumi ini mampu memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Riyan Ranau, salah satu penampung alpukat khas Ranau, mengatakan harga alpukat yang dibeli dari petani menyesuaikan dengan kualitas dan ukuran buah.

“Alpukat kami beli langsung dari petani Ranau. Harganya bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas buah yang dihasilkan,” ujar Riyan.

Meski demikian, fluktuasi harga masih menjadi tantangan utama. Ia berharap pemerintah hadir untuk memberikan perhatian lebih, khususnya dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Kadang harga naik, kadang turun drastis. Kami berharap pemerintah bisa membantu agar harga alpukat lebih stabil dan berpihak kepada petani,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Dirun, petani alpukat asal Ranau. Ia berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah berupa bantuan pertanian guna meningkatkan produktivitas hasil panen.

“Kami berharap ada bantuan bibit unggul, pupuk, serta obat-obatan tanaman alpukat. Dengan begitu, hasil panen bisa meningkat setiap tahunnya,” ungkap Dirun.

Dengan potensi alam yang besar dan kualitas alpukat yang sudah dikenal luas, masyarakat Ranau optimistis alpukat dapat terus menjadi komoditas andalan daerah. Dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan alpukat Ranau sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Oku Selatan. (Red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *