Lampung Bangkit, Lampung Bergerak: Tokoh dan Sepuh Pergerakan Konsolidasikan Sikap Hadapi Isu Kebangsaan

redaksianalityc@gmail.com
2 Mar 2026 12:15
Daerah 0 26
2 menit membaca

Bandar Lampung -Analityc.id – Sejumlah tokoh dan sepuh pergerakan Lampung berkumpul dalam sebuah forum silaturahmi dan konsolidasi bertajuk “Lampung Bangkit, Lampung Bergerak” pada Minggu (28/2/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Makan milik Hj. Fuad, Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung.

Hadir dalam kegiatan tersebut para mujahid dan mujahidah eks Front Pembela Islam (FPI), penulis, pengusaha, aktivis Islam, pimpinan pondok pesantren, serta sejumlah tokoh masyarakat. Di antaranya Tuan Guru Edy Azhari, advokat Gunawan Pharrikesit, serta aktivis perempuan Lampung, Hj. Merry.

Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan terhadap berbagai dinamika dan fenomena kebangsaan yang dinilai memerlukan perhatian dan sikap bersama.

“Kami tidak akan hanya berdiam diri terhadap kedzaliman di depan mata. Karena itu kami kembali bersatu, berkumpul, untuk menyikapi segala bentuk penindasan dan kebohongan yang sudah tidak bisa dibiarkan,” ujar Hj. Merry dalam forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebersamaan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk keseriusan untuk mengawal nilai-nilai keadilan, kebebasan berpikir, serta keselamatan umat dan bangsa.

Sementara itu, Gunawan Pharrikesit menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan inisiatif bersama yang dilandasi semangat musyawarah.

“Kami berkumpul untuk bermusyawarah, bertukar pikiran dan informasi, sekaligus mengidentifikasi sejumlah persoalan yang memang harus segera disikapi,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa konsolidasi ini juga terinspirasi oleh semangat Gerakan Merebut Kedaulatan Rakyat (GMKR) yang sebelumnya diprakarsai sejumlah tokoh nasional. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penguatan kesadaran politik dan kebangsaan di berbagai daerah, termasuk di Lampung.

Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, antara lain dinamika politik luar negeri Indonesia, wacana keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) versi Donald Trump, hingga pandangan terkait posisi Indonesia dalam menyikapi konflik Israel–Palestina.

Selain itu, persoalan program makan bergizi gratis serta reformasi Polri juga menjadi perhatian. Para peserta sepakat bahwa berbagai isu tersebut perlu dikaji secara komprehensif dan disikapi secara konstitusional serta proporsional.

Forum ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin komunikasi, memperkuat konsolidasi, dan menyampaikan aspirasi melalui jalur yang sah dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa dinamika kebangsaan terus mendapatkan perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh dan sepuh pergerakan di Provinsi Lampung.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *