Muhammad Firsada Raih Gelar Doktor, Bedah Strategi Tangkal Radikalisme di Hadapan Dewan Penguji UIN RIL

redaksianalityc@gmail.com
13 Feb 2026 12:47
Pendidikan 0 25
2 menit membaca

Bandar Lampung – Analityc.id – Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam setelah menjalani Ujian Promosi Doktor di Ballroom UIN Raden Intan Lampung, Kamis (12/2/2026).

Sementara itu, Ketua tim penguji dalam ujian tersebut yakni Prof. Idrus Ruslan, M.Ag., sebagai Ketua Sidang,  Kemudian anggota penguji terdiri dari Prof. M. Irfan Idris, M.Ag, Prof. M. Nasor, M.Si, Prof. Moh. Bahrudin, M.Ag, Prof. Rini Setiawati, M.Sos.I, Prof. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si Lalu Dr. Mawardi sebagai sekretaris.

Dalam disertasinya yang berjudul “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”, Firsada membedah pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menangkal radikalisme.

Dalam abstraknya dijelaskan bahwa pencegahan radikalisme tidak cukup hanya berbasis pendekatan keamanan, melainkan memerlukan strategi komprehensif melalui pendidikan, pembinaan sosial-keagamaan, serta sinergi antara negara, akademisi, dan masyarakat sipil. 

Dalam disertasinya yang berjudul “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”, Firsada membedah pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menangkal radikalisme.

Dalam abstraknya dijelaskan bahwa pencegahan radikalisme tidak cukup hanya berbasis pendekatan keamanan, melainkan memerlukan strategi komprehensif melalui pendidikan, pembinaan sosial-keagamaan, serta sinergi antara negara, akademisi, dan masyarakat sipil. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan, dengan teknik wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan ideologis transnasional memerlukan pendekatan pencegahan berbasis legitimasi sosial dan kultural (intermediary approach) melalui tahapan transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai.

Gubernur Lampung, Rahmad Mirzani Djausal, yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa hasil riset ini merupakan referensi krusial bagi pemerintah dalam merumuskan program deradikalisasi berbasis kearifan lokal.

“Disertasi ini memberikan model komunikasi kebijakan yang nyata. Saya berharap UIN Raden Intan terus menjadi pusat riset dan rumah besar bagi moderasi beragama di Lampung,” ujar Gubernur Mirza, (Red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *