Gagas Wadah Alumni Muda, Aris Dorong Reposisi Strategis Kader PMII pada Harlah ke-66

redaksianalityc@gmail.com
19 Apr 2026 15:54
Nasioanl 0 23
2 menit membaca

Jakarta, Analityc.id — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Momentum ini dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus pijakan strategis untuk merumuskan arah baru gerakan kader di tengah dinamika sosial-politik yang semakin kompleks.(19/4/2026)

Dalam peringatan tersebut, Aris menggagas pembentukan wadah alumni muda sebagai langkah konkret untuk memperkuat konsolidasi intelektual dan strategis. Inisiatif ini dinilai penting guna mengoptimalkan potensi alumni muda PMII yang selama ini memiliki modal sosial dan intelektual besar, namun belum terorganisir dalam ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan.

Aris menilai, tantangan zaman saat ini menuntut kehadiran aktor-aktor muda yang tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kedalaman analisis serta kemampuan intervensi yang terukur dalam berbagai sektor.

“Inisiasi wadah alumni muda bukan sekadar kebutuhan struktural, tetapi merupakan keniscayaan historis untuk menjaga kesinambungan tradisi intelektual PMII dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Aris.

Ia menegaskan, sudah saatnya kader dan alumni muda PMII melakukan reposisi peran, dari sekadar partisipan menjadi aktor strategis yang mampu memproduksi gagasan, memengaruhi kebijakan publik, serta membangun jejaring lintas sektor secara sistematis.

Lebih lanjut, wadah alumni muda tersebut diharapkan dapat menjadi ruang deliberatif yang produktif—tidak hanya mengonsolidasikan energi kolektif, tetapi juga mendorong produksi pengetahuan, advokasi kebijakan, serta penguatan kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Aris juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai dasar PMII—keislaman, keindonesiaan, dan intelektualitas—sebagai fondasi utama dalam setiap gerakan. Menurutnya, tanpa pijakan nilai yang kuat, konsolidasi berisiko kehilangan arah dan substansi.

“Harlah ke-66 ini harus dimaknai sebagai momentum reposisi. Alumni muda PMII harus tampil sebagai kekuatan epistemik dan sosial yang relevan, progresif, serta memiliki daya tawar dalam konstruksi masa depan bangsa,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *