Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Menelusuri Jejak Ulama dan Perkuat Energi Kebangsaan

redaksianalityc@gmail.com
29 Apr 2026 06:36
Nasioanl 0 14
2 menit membaca

Jombang, Analityc.id — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor diwarnai kegiatan unik dan penuh makna. Ribuan peserta mengikuti gowes sejauh 123 kilometer dari Bangkalan menuju Jombang, melintasi enam kabupaten/kota dalam agenda bertajuk Ziarah Akbar & SEPEDA (Satukan Energi Pemuda Indonesia).

Kegiatan ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga menjadi ruang edukasi sejarah dan spiritual bagi generasi muda. Para peserta diajak menelusuri jejak perjuangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus memperkuat nilai kebangsaan dan kebersamaan lintas komunitas.(29/4/2026)

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali keteladanan ulama, khususnya bagi kalangan muda.

“Kami ingin menghadirkan kembali semangat perjuangan para ulama, seperti kisah Kiai As’ad yang membawa amanah dari Mbah Kholil Bangkalan kepada Mbah Hasyim Asy’ari. Itu bukan perjalanan mudah, tetapi penuh ketawadukan dan keyakinan,” ujarnya.

Menurut Addin, nilai-nilai tersebut relevan bagi generasi muda saat ini. Ia menekankan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkontribusi besar bagi bangsa.

“Mungkin saat itu Kiai As’ad juga masih seusia anak muda sekarang. Artinya, dengan keyakinan dan ketakdziman, kita bisa meraih mimpi dan memberi dampak besar bagi negeri,” tambahnya.

Lebih dari itu, GP Ansor ingin menjadikan kegiatan ini sebagai “hub” anak muda—ruang berkumpul, berjejaring, sekaligus mengembangkan potensi diri melalui kreativitas dan inovasi.

“Kami percaya, jika energi anak muda disatukan, dampaknya akan sangat besar bagi Indonesia,” tegasnya.

Tak hanya berdimensi historis dan spiritual, kegiatan ini juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Di setiap titik peristirahatan, peserta disuguhi kuliner khas daerah sekaligus diperkenalkan dengan produk-produk UMKM setempat. Bahkan, sejumlah komunitas lintas iman turut berpartisipasi dengan menyediakan tempat istirahat, termasuk di lingkungan rumah ibadah.

Perjalanan dimulai dari Bangkalan dengan agenda ziarah ke makam Syaikhona Kholil, lalu berakhir di Jombang dengan ziarah di kompleks makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Hasbullah. Rangkaian ini menjadi simbol keterhubungan antara generasi muda dengan para ulama pendiri dan penggerak NU.

Di akhir kegiatan, Addin mengajak seluruh kader Ansor untuk terus menjaga tradisi ziarah dan silaturahmi dengan para ulama di daerah masing-masing.

“Momentum Harlah ini harus kita isi dengan ziarah serentak kepada para penyebar Islam, para muassis NU, serta menjalin silaturahmi dengan para kiai dan pesantren,” pungkasnya.

Melalui perpaduan olahraga, sejarah, dan spiritualitas, GP Ansor menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dapat menjadi jembatan efektif untuk mengajak generasi muda mengenal akar tradisi sekaligus berkontribusi bagi masa depan bangsa.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *