
Bandar Lampung, Analityc.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bertema metode pemasaran UMKM bagi pelaku usaha di Lampung. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Malahayati, tepatnya di Gedung Graha Bintang, Kamis (9/4/2026).
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Kadafi, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat potensi lokal di Lampung melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Kita membahas UMKM sebagai penopang ekonomi nasional. Dari diskusi ini diharapkan lahir penguatan potensi lokal di Lampung,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap strategi pemasaran, mulai dari promosi, segmentasi pasar, hingga pemanfaatan dukungan prasarana digital dan jejaring (networking). Selain itu, inovasi juga dinilai menjadi kunci agar pelaku UMKM mampu berkembang dan bersaing.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dari sisi UMKM, pariwisata, hingga letak geografis yang strategis. Hal tersebut harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Lampung punya potensi luar biasa. Ini peluang kita. Saya berharap gagasan yang muncul tidak hanya sebatas ide, tetapi bisa langsung diterapkan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Riski Atika Maso, mengungkapkan antusiasme peserta yang aktif memaparkan usaha yang tengah mereka bangun, sekaligus mencari solusi agar dapat berkembang dan bersaing di era digital.
Ia menegaskan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia dan terus didorong pemerintah agar naik kelas, dari mikro menjadi kecil, hingga menengah.
“UMKM harus bisa naik kelas. Salah satu kuncinya adalah pemasaran, yakni bagaimana kita menyampaikan nilai produk kepada pasar, membangun hubungan yang kuat, serta menciptakan nilai yang berdampak pada penjualan,” jelasnya.
Riski juga menyoroti pentingnya strategi marketing yang mencakup produk, segmentasi konsumen, hingga pemahaman pasar sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha.
Menanggapi pertanyaan peserta terkait kendala pemasaran dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada UMKM kecil, ia menyampaikan bahwa BRIN berperan dalam riset dan memberikan rekomendasi kepada para pemangku kepentingan.
“Setiap kebijakan pemerintah akan terus dievaluasi, termasuk terkait UMKM. BRIN secara berkelanjutan memberikan saran agar kebijakan yang diambil dapat semakin mendukung perkembangan UMKM,” tandasnya. (Red)
Tidak ada komentar