NU Care-LAZISNU dan Unilever Gelar Pelatihan Literasi Keuangan dan AI, Sasar 20 Ribu Perempuan Indonesia

redaksianalityc@gmail.com
27 Mei 2026 14:01
Politik 0 7
3 menit membaca

Metro, Analityc.id – NU Care-LAZISNU bersama Unilever Indonesia melalui Unilever Indonesia Foundation memperkuat komitmen dalam membangun perempuan Indonesia yang adaptif, mandiri, dan berdaya melalui Program Pendidikan Perempuan Pandai AI (PandAI) dan Berdaya: Literasi Keuangan dan Digital AI.

Program tersebut berlangsung sejak Februari hingga 24 Mei 2026 secara daring dan luring di delapan wilayah, yakni Kabupaten Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, dan Jombang di Jawa Timur, serta Lampung Utara, Lampung Selatan, Metro, dan Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung.

Wakil Direktur Fundraising, Humas, dan IT NU Care-LAZISNU PBNU, Anik Rifqoh menjelaskan, pelaksanaan pelatihan literasi tersebut dipandu para trainer hasil pelatihan sebelumnya yang diperkuat oleh master trainer berpengalaman.

“Materi yang diberikan dapat dipahami secara lebih efektif dan aplikatif oleh para peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Director of Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus mengatakan, program Perempuan PandAI dan Berdaya menyasar sekitar 20 ribu perempuan berusia 12 hingga 45 tahun di berbagai wilayah Indonesia.

“Tercatat sebanyak 15.172 peserta mengikuti pelatihan secara daring, sedangkan kegiatan luring diikuti oleh 4.002 peserta,” katanya.

Ia menambahkan, khusus di Provinsi Lampung, sekitar 2.127 perempuan dari berbagai latar belakang turut berpartisipasi, mulai dari pelajar, santri putri, mahasiswi, kader Fatayat, PMII, hingga ibu rumah tangga.

“Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi ekonomi dan digital yang lebih luas bagi perempuan di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, Unilever Indonesia berkomitmen mendampingi perempuan Indonesia agar lebih berdaya, mandiri, dan mampu beradaptasi di era digital melalui kolaborasi bersama NU Care-LAZISNU.

“Kami percaya, ketika seorang perempuan berdaya, seperti menguasai manajemen finansial dan teknologi AI secara bijak, dampak positifnya tidak hanya dirasakan dirinya sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi kesejahteraan keluarga dan komunitas di sekitarnya,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan di Provinsi Lampung, hadir dua narasumber, salah satunya dosen UIN Raden Intan Lampung, Enny Puji Lestari.

Enny menyampaikan materi mengenai literasi keuangan, khususnya pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan keuangan sederhana, pentingnya kebiasaan menabung, hingga pengelolaan usaha secara bijak di era digital.

“Kemampuan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi dan lebih siap menghadapi tantangan perkembangan zaman,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas perempuan Indonesia di era digital melalui peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi secara bijak.

Selain materi literasi keuangan, peserta juga mendapatkan penguatan terkait literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang disampaikan oleh Fianda Julyantoro selaku AI Business Consultant.

Dalam materinya, Fianda menjelaskan pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, dunia pendidikan, pengembangan usaha, hingga penggunaan media digital secara bijak dan produktif.

Ia juga mengajak peserta untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mampu memanfaatkan AI sebagai sarana meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan peluang ekonomi di era digital.

Ketua LAZISNU PWNU Lampung, Ahmad Jalaludin turut mengapresiasi terselenggaranya program kolaboratif tersebut.

“Program Perempuan PandAI dan Berdaya menjadi langkah positif dalam meningkatkan kapasitas perempuan, khususnya di Provinsi Lampung, agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi digital,” katanya.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak perempuan hingga ke tingkat akar rumput.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta asal Tulang Bawang Barat, Wahyu Kusuma Dewi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahamannya terkait pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta pengelolaan keuangan secara bijak.

Hal serupa disampaikan Diah Ageng Lisnani, siswi SMA Negeri 2 Kalianda yang mengaku senang dapat mengikuti pelatihan secara gratis.

“Terima kasih NU Care-LAZISNU dan Unilever sudah memberikan ilmu ini secara gratis. Kegiatannya seru dan bermanfaat,” ujarnya.

Melalui Program Perempuan PandAI dan Berdaya, NU Care-LAZISNU berharap semakin banyak perempuan Indonesia mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, mengelola keuangan dengan bijak, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya demi membangun keluarga dan masa depan masyarakat yang lebih kuat di tengah perkembangan zaman.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *