
Bandar Lampung, Analityc.id – Sebanyak 54 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung resmi dilantik dan diambil sumpahnya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kamis (21/5/2026). Mereka termausk 16.138 PNS Kemenag yang diangkat.
Prosesi pelantikan berlangsung secara hybrid dan terhubung langsung dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Pengangkatan CPNS menjadi PNS tersebut dilaksanakan serentak secara nasional dan dipimpin langsung Menteri Agama (Menag), Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Dalam sambutannya, Menag mengucapkan selamat kepada para PNS yang baru dilantik. Ia mengingatkan agar para ASN tidak melupakan jasa kedua orang tua yang telah mendoakan perjuangan anak-anaknya hingga berhasil menjadi PNS.
“Kita jangan sampai melupakan jasa kedua orang tua kita. Kalian berhasil berkat doa kedua orang tua. Mungkin anda tidak lihat, ada air mata di atas sajadah atau di tempat-tempat ibadah, memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar anak-anaknya menjadi anak yang berhasil,” ujar Menag. Ia juga menyinggung kemungkinan ada orang tua yang telah wafat dan belum sempat menyaksikan anaknya mengenakan seragam Korpri.
Selain menaati aturan kepegawaian, Menag menegaskan ASN Kementerian Agama harus menjaga akhlak dan memegang nilai-nilai yang ia singkat dengan istilah ISTIQAMAH.
“Sebagai ASN Kementerian Agama selain prinsip akhlak yang disampaikan dalam pelatihan-pelatihan, akuntabel yang harus kita jaga, semuanya serba eksak, komprehensif, tepat, kompeten, adaptif, akhlak. Tapi khusus untuk Kementerian Agama, saya ingin mengingatkan. Kalau ingin berhasil karirnya, lakukanlah apa yang saya istilahkan dengan ISTIQAMAH,” tuturnya.
Menag kemudian menjelaskan makna ISTIQAMAH satu per satu. “I yang pertama adalah ikhlas. Apa yang dimaksud ikhlas? ikhlasnya Kementerian Agama saya berharap berbeda dengan instansi lain. Ada dua macam ikhlas, ada mukhlis dan ada ikhlas dalam arti mukhlas. Mukhlis artinya orang yang melakukan berbagai macam kebaikan, semata-mata karena untuk memohon ridhonya Tuhan, tetapi masih bangga saat dipuji oleh orang,” ungkap Menag.
“Kalau seseorang masuk dalam kategori muklas, maka ia akan bersedih pada saat kebaikannya diketahui oleh orang lain, sebab yang patut dipuji adalah Allah, jika seseorang merasa senang dipuji berarti mengambil haknya Allah. Seperti background putih, setetes tinta akan mengotori background, oleh karena itu ikhlasnya Kementerian Agama harus di atas standar instansi lain, ikhlasnya muklas,” imbuhnya.
Huruf S dimaknai sebagai sabar. Menurut Menag, ASN Kemenag tidak cukup hanya bersabar dalam arti biasa, tetapi harus mampu memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain.
Menag meminta kepada para ASN Kementerian Agama agar naik kelas di atas sobir, menjadi al-musobir artinya tidak perlu membalas, tapi memaafkan dan juga melupakan.
“Kalau perlu As-Sobur, yaitu sudah tidak pernah kecewa. Itulah Asmaul Husna yang terakhir, seperti Tuhan tidak pernah kecewa dengan hamba-Nya, bahkan tetap dikasih hidup oksigen gratis bagi para pelanggar hukum,” tuturnya.
Kemudian T berarti tawadhu atau kemampuan menempatkan diri. ASN Kemenag diminta rendah hati dan segera meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
“Segera meminta maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain, itulah karakter Kemenag,” ujarnya.
Huruf I berikutnya dimaknai sebagai ihsan, yakni selalu menghadirkan kebaikan dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Khairunnas anfa’uhum linnas, siapa orang yang berbakti kepada sebanyak-banyaknya orang, itulah yang disebut dengan ihsan,” imbuh Menag.
Sementara Q merujuk pada qanaah atau merasa cukup. Menag menilai banyak persoalan muncul karena seseorang tidak pernah merasa cukup hingga melakukan berbagai cara yang salah.
Ia juga menjelaskan makna amanah sebagai satu kesatuan dengan rasa aman dan iman. Menurutnya, orang yang beriman akan menghadirkan rasa aman bagi sekitarnya.
Selanjutnya, Menag kembali menekankan pentingnya Akhlak dalam kehidupan ASN Kementerian Agama. Menurutnya, akhlak merupakan hal yang paling mudah dinilai oleh masyarakat.
Adapun huruf terakhir, Hikmah, dimaknai sebagai kearifan dalam mengambil keputusan, baik melalui pertimbangan rasional maupun batin.
“Mulai hari ini ubah gaya hidup dan pandangan hidupnya, sebagai konsekuensi memiliki tempat kerja di Kementerian Agama. Ikhlas, Sabar, Tawadhu, Ihsan, Qanaah, Akhlak, Amanah dan Hikmah. Selamat kepada saudara-saudara sekalian, semoga berhasil,” pungkasnya.
Di UIN RIL, usai pelantikan, Surat Keputusan (SK) PNS diserahkan oleh jajaran pimpinan yang hadir, mulai dari para dekan, ketua lembaga, Kepala SPI, hingga para kepala bagian fakultas.
Dekan Fakultas Syariah Dr. Efa Rodiah Nur, M.H., mewakili pimpinan UIN RIL, menyampaikan ucapan selamat kepada para PNS yang baru dilantik sekaligus salam dari Rektor Prof. H. Wan Jamaluddin Z, Ph.D..
Ia mengatakan, status baru sebagai PNS merupakan amanah yang harus dijalankan secara profesional dengan menjunjung disiplin, loyalitas, dan etika kerja. Menurutnya, ASN di lingkungan perguruan tinggi juga dituntut mampu menghadirkan pelayanan prima dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan.
“Terlebih sebagai bagian dari lingkungan perguruan tinggi, saudara memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berikan pelayanan yang baik, profesional, dan responsif kepada mahasiswa maupun masyarakat,” ujarnya.
Dr. Efa berharap pelantikan tersebut menjadi awal untuk meningkatkan semangat dan etos kerja. Ia juga mengingatkan agar para ASN terus mengembangkan kompetensi diri sehingga menjadi SDM yang profesional, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan universitas maupun bangsa. (Red)
Tidak ada komentar