
Bandar Lampung, Analityc.id – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menggelar kuliah tamu mata kuliah bertajuk Immune Defense: Memahami Sistem Imun dan Malaria di Era Biomedis Modern di Ruang Teater lantai 2 Gedung Academic & Research Center UIN, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari Program Studi Biologi FST serta Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang memiliki mata kuliah terkait.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. dr. Jhons Fatriyadi Suwandi, S.Ked., M.Kes., Sp.Park dari Universitas Lampung yang menyampaikan materi Imunologi Malaria: Interaksi Plasmodium dan Sistem Imun Manusia.
Selain itu, Dr. Devita Febriani Putri, S.Si., M.Biomed dari Universitas Malahayati membawakan materi Penerapan Teknik Molekuler pada Vektor Dengue.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., Ed.D.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, materi yang dibahas dalam kuliah tamu ini turut memperkuat rencana pengembangan Fakultas Kedokteran di UIN Raden Intan Lampung yang saat ini masih menunggu visitasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ia mengatakan distingsi Fakultas Kedokteran UIN Raden Intan Lampung nantinya diarahkan pada kajian narkoba sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan dalam bidang tersebut. Menurutnya, Provinsi Lampung berada pada urutan kelima tertinggi di Indonesia terkait penggunaan narkoba.
Prof. Andi juga menyampaikan bahwa dasar utama pendirian Fakultas Kedokteran berasal dari penguatan bidang Kimia dan Biologi di Fakultas Sains dan Teknologi.
Ia menambahkan penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran direncanakan mulai dibuka pada Agustus melalui jalur mandiri. Selain itu, menurutnya, kabinet Presiden juga memberikan mandat terkait pengembangan 300 Fakultas Kedokteran di Indonesia, dan UIN Raden Intan Lampung menjadi salah satu di antaranya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya integrasi keilmuan dengan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran. Menurutnya, pembahasan ilmiah, termasuk terkait imunologi dan nyamuk sebagai vektor penyakit, tidak boleh dilepaskan dari perspektif keislaman.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang hadir dan berharap kehadiran perspektif dari luar kampus dapat menambah wawasan mahasiswa.
Sementara itu, Dekan FST UIN RIL Dr. Sovia Mas Ayu, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa materi yang diberikan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu yang dipelajari.
Ia berharap kegiatan kuliah tamu seperti ini dapat terus dilaksanakan karena mampu menambah semangat mahasiswa melalui kehadiran narasumber dari luar kampus. (Red)
Tidak ada komentar