
Bandar Lampung, Analityc.id – Aliansi Triga Lampung yang terdiri dari DPP Akar, DPP Pematank, dan Aliansi Keramat kembali bergerak. Mereka memastikan akan menggelar aksi besar di Jakarta pada 20 dan 22 April 2026, dengan sasaran utama DPR RI, Kejaksaan Agung, dan KPK RI.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa simbolik. Triga Lampung membawa agenda serius, mendesak pengusutan tuntas dugaan persoalan hukum setelah dicabutnya Hak Guna Usaha (HGU) yang dikuasai SGC Group di Provinsi Lampung Pada 21 Januari 2026 oleh Kementrian ATR/BPN RI.
Ketua DPP Akar Lampung, Indra Musta’in, menegaskan bahwa langkah turun ke Jakarta merupakan bentuk tekanan langsung kepada pemerintah pusat dan aparat penegak hukum yang dinilai lamban menangani persoalan tersebut.
“Aksi ini adalah bentuk konsistensi kami melawan korupsi dan menuntut penegakan hukum yang adil atas persoalan PT SGC. Ini bukan seremoni, ini perjuangan,” tegas Indra, Selasa (14/04).
Ia mendesak DPR RI segera menggunakan kewenangannya dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) atau menjalankan fungsi pengawasan secara serius terhadap polemik HGU SGC Group yang hingga kini dinilai belum memiliki kejelasan hukum.
Senada, Ketua DPP Pematank, Suadi Romli, menyoroti peran Kejaksaan Agung RI yang dinilai harus segera bertindak.
“Kejaksaan Agung tidak boleh pasif. Harus segera dilakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran hukum dalam penguasaan lahan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Keramat, Sudirman Dewa, menambahkan bahwa persoalan ini berpotensi semakin kompleks jika tidak segera ditangani secara transparan, terutama terkait rencana penerbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
“Kami mendesak dilakukan pengukuran ulang seluruh lahan HGU secara terbuka sebelum ada penerbitan HPL oleh Kementerian Pertahanan,” katanya.
Triga Lampung juga mengingatkan adanya indikasi praktik mafia tanah, penyalahgunaan kewenangan, hingga potensi kerugian negara dalam kasus ini.
Karena itu, mereka menuntut langkah tegas dan konkret dari seluruh institusi terkait.
Dalam aksinya, massa yang diperkirakan datang dari berbagai daerah di Lampung akan membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:
TUNTUTAN TAMBAHAN
Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan terus melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan agraria di negeri ini.
Dengan mengusung slogan “Katakan Lawan pada Korupsi”, Triga Lampung menegaskan aksi ini akan terus berlanjut jika tuntutan mereka tidak direspons.
“Jika tidak ada langkah nyata, kami pastikan aksi lanjutan akan digelar. Ini adalah perlawanan terhadap ketidakadilan agraria,” tutup Indra.(Red)
Tidak ada komentar